Penggunaan Bahasa Gaul “JAKSEL” Di Akun Jakarta Menfess Dalam Membangun Keterikatan Komunitas Di Kalangan Gen Z
Kata Kunci:
Bahasa Gaul, Jaksel, Jakarta Menfess, Keterikatan KomunitasAbstrak
Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa gaul “Jaksel” yang sering ditemukan di akun Twitter Jakarta Menfess sebagai sarana dalam membangun keterikatan komunitas di kalangan Gen Z. Bahasa gaul ini mencerminkan perpaduan antara bahasa Indonesia, Inggris, dan kosakata khas yang menjadi identitas budaya anak muda Jakarta Selatan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis isi guna mengeksplorasi pola penggunaan bahasa gaul tersebut dan dampaknya terhadap interaksi komunitas daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa “Jaksel” tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol status sosial, keakraban, dan eksklusivitas. Selain itu, penggunaannya secara konsisten pada platform Jakarta Menfess mendorong terciptanya rasa keakraban, meningkatkan partisipasi, dan memperkuat identitas kolektif di kalangan Gen Z. Temuan ini mengungkap bahwa bahasa tidak hanya sebagai medium komunikasi, tetapi juga instrumen sosial dalam membangun keterikatan komunitas.
Unduhan
Referensi
A, Ping-Jen Kao, Peiyu Pai b, H.-T. T. c. (2020). Looking at both sides of relationship dynamics in virtual communities: A social exchange theoretical lens. Information & Management, 57(4). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.im.2019.103210
Anastasya. (2020). Yuk Capcus! Ini Bahasa Binan yang Populer di Tahun 2000-an. https://minews.id/cuitan-mi/yuk-capcus-ini-bahasa-binan-yang-populer-di-tahun-2000-an
Angelina Rolas Olivia Naibaho, Joan Agus Sirait, Raymond Panuturi Siboro, & Fitriani Lubis. (2023). Analisis Dampak Bahasa Gaul pada Mahasiswa Ilmu Ekonomi B Unimed Terhadap Bahasa Indonesia Masa Kini. Jurnal Manajemen Dan Ekonomi Kreatif, 2(1), 38–47. https://doi.org/10.59024/jumek.v2i1.276
Azizah, A. R. (2019). Volume 5 nomor 2, september 2019 33. Jurnal SKRIPTA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 33–39.
Azizah, N., & Wijana, I. D. P. (2023). Variasi Proses Fonemik Kosakata Bahasa Indonesia Ragam Cakapan di Twitter. Sintesis, 17(1), 12–28. https://doi.org/10.24071/sin.v17i1.5690
Chang, Chih-Yao, and C.-I. W. (2019). The Friend Influence in Network Neighbourhood Context on Adolescents’ Community Attachment. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1). https://doi.org/doi:10.1080/02673843.2019.1679203.
Damaya, T., Putri, K. A. P., Marini, Alamri, A. R., Fiani, V. E. A., & Vera, J. (2023). Urbanisasi pada Kalangan Remaja di Desa Jerora Urbanization Among Teenagers in Jerora Village. Jurnal Intervensi Sosial Dan Pembangunan, 4(2), 113–120.
Dariz Radyananda Barus, Sinta Engelika, Sasti Permata, Balqis Balqis, Veri Febrian, & Fitriani Lubis. (2023). Bahasa Gaul Dan Pengaruhnya Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 1(6), 122–127. https://doi.org/10.61132/morfologi.v1i6.120
Duschinsky, R. (2020). Cornerstones of Attachment Research. In online edn, Oxford Academic.
Nugraeni, A. (2024). Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas Sosial Anak Muda. Jurnal Inovasi Dan Tren, 2(1), 142–147.
Teropong, R. (2023). Gen Z Indonesia Internet-an Mulu. https://teropongdaily.com/gen-z-indonesia-internet-an-mulu/
Vania Adiyani, R. L. (2023). Pentingnya Komunikasi Terencana dan Diskusi Melalui Media Sosial Bagi Komunitas OTO Krew. Jurnal Koneksi, 7(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24912/kn.v7i2.21388
Vernon D. Ryan, Kerry A. Agnitsch, Lijun Zhao, R. M. (2009). Making Sense of Voluntary Participation: A Theoretical Synthesis. Rural Sociology, 70(3). https://doi.org/https://doi.org/10.1526/0036011054831198
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Milatul Zulfa, Ninda Nurul Fadhilah (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


