Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan, Dakwah dan Sosial dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme
Kata Kunci:
Peran Pondok Pesantren, Radikalisme dan TerorismeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pesantren (pondok pesantren) sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial dalam melawan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur dan penelitian terdahulu terkait peran pesantren dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter dan akhlak santri melalui pendidikan agama yang moderat dan inklusif. Selain itu, pesantren ikut terlibat dalam menyebarkan dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan keadilan. Sebagai lembaga sosial, pesantren berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat kohesi sosial dan mencegah penyebaran ideologi radikal. Temuan tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa pesantren mempunyai potensi besar dalam menangkal radikalisme dan terorisme melalui pendekatan pendidikan holistik berdasarkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian dan kasih sayang untuk semua (rahmatan lil 'alamin). Oleh karena itu, penguatan peran pesantren dalam upaya deradikalisasi dan pencegahan terorisme memerlukan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat luas.
Unduhan
Referensi
Abd. Muin, dkk. Pendidikan Pesantren dan Potensi radikalisme (Jakarta: CV. Prasasti, 2007), hal.v
Ahmad Gaus AF, “Pemetaan Problem Radikalisme di SMU Negeri di 4 Daerah” dalam MAARIF, (Jakarta: Ma’arif Institut), Vol. 8, No. 1, Juli 2013.
Ahsin Sakho Muhammad, et al. (ed.), Fiqih Ekologi (al-Biah) (Jakarta, Conservation International: 2006), cetakan ke-2.
Anis Farikhatin, “Membangun Keberagamaan Inklusif-Dialogis di SMA PIRI I Yogyakarta (Pengalaman Guru Agama Mendampingi Peserta Didik di Tengah Tantangan Radikalisme)” dalam MAARIF, (Jakarta: Ma’arif Institut), Vol. 8, No. 1, Juli 2013.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1995).
Djamaluddin, & Abdullah Aly, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 1998).
Edi Susanto, Kemungkinan Munculnya Paham Islam Radikal Di “Pondok Pesantren”, dalam Tadrîs Jurnal Pendidikan Islam STAIN Pamekasan Vol. 2. No. 1. 2007.
Education Management Information System. (2015). Pondok Pesantren. Diambil dari EMIS PENDIS KEMENAG:http://emispendis.kemenag.go.id
Habib Shulton Asnawi, “Kritik Teori Hukum Feminis Terhadap UU. NO. 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan: Suatu Upaya dalam Menegakkan Keadilan HAM Kaum Perempuan,” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (26 September 2016): 45, http://ejournal.uin- suka.ac.id/syariah/Ahwal/article/view/04105.
Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999).
M. Dawam Raharjo, Pergulatan Dunia pesantren, (Jakarta: P3M, 1985).
M.Bahri Ghazali, Pesantren Berwawasan Lingkungan, (Jakarta: Prasasti, 2003).
Mafred Ziemek, Pesantren Dalam Perubahan Sosoial, (Jakarta: P3M, 1986).
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, (Jakarta: INIS, 1994).
Muhammad Harfin Zuhdi, “Fundamentalisme dan Upaya Deradikalisasi Pemahaman Al-Quran dan Hadis” dalam Jurnal Religia Vol.13, No. 1, April 2010 (81-102), hlm. 91
Nadia Fairuza Azzahra, Makalah Diskusi No. 9 Dampak Undang-Undang Pesantren Terhadap Sistem Pendidikan Indonesia – Sebuah Proyeksi. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Jakarta Selatan.
Petrus Reinhard Golose, Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach dan Menyentuh Akar Rumput, (Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian, 2010).
Pohl, F. Islamic Education and Civil Society: Reflections on the Pesantren Tradition in Contemporary Islam. Comparative Education Review. Vol 50, No. 3. 2006.
Sa’dullah Affandy, Akar Sejarah dan Pola Gerakan Radikalisme di Indonesia, Diakses Melalui Laman: http://www.nu.or.id/post/read/69585/akar-sejarah-dan-pola-gerakan- radikalisme-di-indonesia Pada 4 April 2024
Sri Andri Astuti, “Pesantren dan Globalisasi” dalam TARBAWIYAH, (Metro: Jurusan Tarbiyah STAIN Jurai Siwo Metro), Vol. 11, No. 1, Januari Juni 2014.
Tarmizi Taher, Islam dan Tantangan Radikalisme Global, (Jakarta; Republika, 2005).
Zuly Qodir, “Perspektif Sosiologi Tentang Radikalisasi Agama Kaum Muda” dalam MAARIF, (Jakarta: Ma’arif Institut), Vol. 8, No. 1, Juli 2013.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 MA Achlami (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







