Gejala Psikolog Keberagamaan Pada Anak Dan Remaja: Tantangan Pendidikan Agama Di Era Digital
Kata Kunci:
Psikologi Agama, Anak, Remaja, Era Digital, Pendidikan AgamaAbstrak
Artikel ini menguraikan gejala psikologis keberagamaan di kalangan remaja dan anak serta masalah dengan pendidikan Islam di abad teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan studi pustaka memiliki peningkatann Religiositas di kalangan anak dan remaja itu terancam oleh beberapa aspek, seperti psikologis, sosial, dan teknologi. Karena itu, pendidikan agama harus menanggalkan metode yang fleksibel dan responsif, sehingga dapat menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah banyaknya data digital
Unduhan
Referensi
Achmadi. (2008). Ideologi Pendidikan Islam: Paradigma Humanisme Teosentris (Cet. ke-2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahmad, F. (2019). Tantangan Pendidikan di Era Digital, Bagaimana Menyikapinya?. Diakses dari http://madrasah.kemenag.go.id/didaktika/96/tantangan-pendidikan-di-era-digital-bagaimana-menyikapinya.html pada 21 Februari 2019.
Al-Rosyidah, A. (2013). Pendidikan Karakter pada Class Fairy Tales. Jurnal Pendidikan Karakter, Vol. 3.
Bagir, Z. A., dkk. (2005). Integrasi Ilmu dan Agama: Interpretasi dan Aksi. Bandung: Mizan Pustaka.
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Pendidikan Agama di Era Digital.
Daradjat, Z. Ilmu Jiwa. Hal. 93–94.
Fathoni, A. (2019). Tantangan Pendidikan di Era Digital, Bagaimana Menyikapinya?. Diakses dari http://madrasah.kemenag.go.id/didaktika/96/tantangan-pendidikan-di-era-digital-bagaimana-menyikapinya.html pada 13 Februari 2019.
Ginanjar, R. (2014). Dalam Nur Janti, dkk., Online! Geliat Manusia dalam Semesta Maya (hal. 120–121). Yogyakarta: EKSPRESI Buku LPM EKSPRESI.
Hidayat, K. (2016). Psikologi Agama. Jakarta: Paramadina.
Hanifah, U. S., dkk. Manfaat Teknologi Bagi Mata Pelajaran PAI Di Masa Pandemi Covid-19.
Jalaluddin. (2012). Psikologi Agama: Memahami Perilaku dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Lestari, S., & Ngatini. (2010). Pendidikan Islam Kontekstual (Cet. ke-1). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maramis. (1980). Ilmu Kedokteran Jiwa. Jakarta: Airlangga University Press.
Maimun, M., & Haris, A. (2018). Civic Education Pesantren Salaf di Madura: Sinergi Pendidikan Karakter dan Upaya Deradikalisasi. Jurnal Review Politik, 8(1)
Masduki, Y., & Warsah, I.(2020) Psikologi Agama. Palembang: Tunas Gemilang Press.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mubah, H. Q. (2019). Psikomanajerial Personalia Pendidikan; Mengkonstruksi Produktifitas Kerja Perspektif Identifikasi Kematangan Personal. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 2(2), 78.
Mubarak, A. Z. (2014). Perkembangan Jiwa Agama. Jurnal ITTIHAD, 12(22).
Nuryadin. (2017). Strategi Pendidikan Islam di Era Digital. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(1), 216–221.
Phillips, C. T. (2000). Family as the School of Love. Makalah pada National Conference on Character Building, Jakarta, 25–26 November 2000.
Quraish Shihab, M. (1996). Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.
Ramayulis. (2002). Pengantar Psikologi Agama (Cet. VI). Jakarta: Kalam Mulia.
Rama Yulis. (2011). Psikologi Agama. Jakarta: Radar Jaya.
Salsabila, U. H., dkk. Manfaat Teknologi Bagi Mata Pelajaran PAI Di Masa Pandemi Covid-19.
Subandi. (2006). Konsep Anak Tentang Tuhan. Jurnal Psikologika, 11(21).
Sulhan, N. (2010). Pendidikan Berbasis Karakter. Surabaya: Jape Press Media Utama (Jawa Pos Grup).
Suryadi, A. (2014). Pendidikan Indonesia Menuju 2025: Outlook, Permasalahan, Tantangan & Alternatif Kebijakan (Cet. ke-1). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Thaib, M. I. (2015). Perkembangan Jiwa Agama Pada Masa Al-Murahiqah (Remaja). Substantia, 17(2), Oktober.
Uno, H. B., & Lamatenggo, N. (2011). Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran (Cet. ke-2). Jakarta: Bumi Aksara.
Yusron Masduki, Y., & Idi Warsah, I. (2020). Psikologi Agama. Palembang: Tunas Gemilang Press.
Yusuf, S. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Farah Dwi Ariani, Moh Halifa Ramadhani, Lathyva Nur Wahyuni, Itsna Sofia Nafis (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







